Penduduk, Masyarakat Dan Kebudayaan
Penduduk,
Masyarakat, Dan Kebudayaan
BAB 1
PENDAHULUAN
Latar
Belakang
Penduduk
ialah orang-orang yang berada di dalam suatu wilayah yang terikat oleh
aturan-aturan yang berlaku dan saling berinteraksi satu dengan yang lain secara
terus menerus, sedangkan masyarakat ialah sekelompok orang yang membentuk sebuah sistem semi tertutup (atau semi terbuka), di mana sebagian
besar interaksi adalah antara individu-individu yang berada dalam kelompok
tersebut dan kebudayaan ialah hasil cipta, rasa dan karsa manusia dalam
memenuhi kebutuhan hidupnya yang kompleks yang mencakup pengetahuan, keyakinan,
seni, susila, hukum adat dan setiap kecakapan, dan kebiasaan.
Rumusan Masalah
a. Apa
yang dimaksud dengan pertumbuhan penduduk ?
b. Apakah
perbedaan di antara kebudayaan dan kepribadian ?
c. Apa itu kebudayaan barat ?
Tujuan
Makalah ini bertujuan menjelaskan perbedaan antara kebudayaan
dan kepribadian serta pengaruh kebudayaan barat.
BAB 2
PEMBAHASAN
Penduduk ialah orang-orang yang
berada di dalam suatu wilayah yang terikat oleh aturan-aturan yang berlaku dan
saling berinteraksi satu sama lain secara terus menerus / kontinu. Dalam
sosiologi, penduduk adalah kumpulan manusia yang menempati wilayah geografi dan
ruang tertentu. Penduduk di suatu negara atau daerah bisa di definisikan
menjadi dua :
1. Orang yang tinggal di daerah tersebut
2. Orang yang secara hukum berhak tinggal di daerah tersebut
dengan kata lain
orang yang mempunyai surat resmi untuk tinggal di tempat tersebut. Misalkan
bukti kewarganegaraan, tetapi memilih tinggal di daerah lain. Kepadatan
penduduk dihitung dengan membagi jumlah penduduk dengan luas area dimana mereka
tinggal
Pertumbuhan penduduk adalah
perubahan populasi sewaktu-waktu dan dapat dihitung sebagai perubahan dalam
jumlah individu dalam sebuah populasi menggunakan “perwaktu unit” untuk
pengukuran. Sebuah pertumbuhan penduduk merujuk pada semua spesies, tetapi
selalu mengarah pada manusia dan sering digunakan secara informal untuk sebutan
demografi nilai pertambahan penduduk dan digunakan untuk merujuk pada
pertumbuhan penduduk dunia.
Kebudayaan ialah hasil cipta, rasa
dan karsa manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya yang kompleks yang mencakup
pengetahuan, keyakinan, seni, susila, hukum adat dan setiap kecakapan, dan
kebiasaan. Sedangkan menurut definisi Koentjaraningrat yang
mengatakan bahwa pengertian kebudayaan adalah keseluruhan manusia dari kelakuan
dan hasil yang harus didapatkannya dengan belajar dan semua itu tersusun dalam
kehidupan masyarakat
berbeda dengan Selo
Soemardjan dan Soelaeman Soenardi, pada bukunya Setangkai
Bunga Sosiologi (Jakarta :Yayasan Badan Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas
Indonesia, 1964), hal 113, merumuskan kebudayaan sebagai semua hasil karya,
cipta, dan rasa masyarakat. Karya masyarakat menghasilkan teknologi dan
kebudayaan kebendaan atau kebudayaan jasmaniah (material culture) yang
diperlukan oleh manusia untuk menguasai alam sekitarnya.
Kepribadian
atau psyche adalah mencakup keseluruhan fikiran, perasaan dan
tingkahlaku, kesadaran dan ketidak sadaran. Kepribadian membimbing manusia
untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial dan lingkungan fisik. Sejak
awal kehidupan, kepribadian adalah kesatuan atau berpotensi membentuk kesatuan.
Ketika mengembangkan kepribadian, orang harus berusaha mempertahankan kesatuan
dan harmoni antar semua elemen kepribadian.
Unsur-unsur kepribadian, diantaranya meliputi:
1. Pengetahuan
Pengetahuan yaitu merupakan suatu
unsur yang mengisi akal dan juga alam jiwa orang yang sadar. Di dalam alam
sekitar manusia mempunyai/terdapat berbagai macam hal-hal yang diterimanya
lewat panca inderanya yang masuk kedalam berbagi sel-sel pada bagian tertentu
dari otaknya. Serta didalam otak itu semuanya diproses menjadi susunan-susunan
yang dipancarkan oleh individu kealam sekitar, yang dikenal dengan sebutan
“persepsi” yaitu: “seluruh proses akal manusia yang sadar”. Ada kalanya suatu
persepsi dapat diproyeksikan kembali menjadi suatu penggambaran yang berfokus
tentang lingkungan yang mengandung bagian-bagian.
2. Perasaan
Selain pengetahuan, alam
kesadaran manusia juga mengandung berbagai macam-macam perasaan. Sebaliknya,
dapat juga digambarkan seorang individu yang melihat suatu hal yang
buruk/mendengar suara yang tidak menyenangkan. Persepsi-persepsi tersebut dapat
menimbulkan dalam alam kesadaranya perasaan negatif. Perasaan, disamping segala
macam-macam pengetahuan agaknya juga mengisi alam kesadaran manusia setiap saat
dalam hidupnya. Perasaan yaitu suatu keadaan dalam kesadaran manusia yang
karena pengetahuannya dinilai sebagai keadaan yang positif/negatif.
3. Dorongan Naluri
Kesadaran manusia mengandung
berbagi perasaan-perasaan lain yang tak ditimbulkan karena diperanguhi dengan
pengeathuannya, tapi karena memang sudah terkandung di dalam organismenya,
khususnya di dalam gennya, sebagai naluri. Kemauan yang sudah meruapakan naluri
sering disebut dengan “Dorongan”.
Istilah “budaya Barat” digunakan sangat luas untuk merujuk
pada warisan norma-norma sosial, nilai-nilai etika, adat istiadat, keyakinan
agama, sistem politik, artefak budaya khusus, serta teknologi, Secara spesifik,
istilah budaya Barat dapat ditujukan terhadap:
·
Pengaruh budaya Klasik
dan Renaisans Yunani-Romawi dalam hal seni, filsafat, sastra, dan tema hukum
dan tradisi, dampak sosial budaya dari periode migrasi dan warisan budaya
Keltik, Jermanik, Romanik, Slavik, dan kelompok etnis lainnya
- Pengaruh budaya
Alkitab-Kristiani dalam hal pemikiran rohani, adat dan dalam tradisi etika
atau moral, selama masa Pasca Klasik
- Pengaruh budaya Eropa Barat
dalam hal seni, musik, cerita rakyat, etika dan tradisi lisan, dengan
tema-tema yang dikembangkan lebih lanjut selama masa Romantisisme
Konsep
budaya Barat umumnya terkait dengan definisi klasik dari Dunia Barat. Dalam
definisi ini, kebudayaan Barat adalah himpunan sastra, sains, politik, serta
prinsip-prinsip artistik dan filosofi yang membedakannya dari peradaban lain.
Sebagian besar rangkaian tradisi dan pengetahuan tersebut umumnya telah
dikumpulkan dalam kanon Barat. Istilah ini juga telah dihubungkan dengan
negara-negara yang sejarahnya amat dipengaruhi oleh imigrasi atau kolonisasi
orang-orang Eropa, misalnya seperti negara-negara di benua Amerika dan Australia,
dan tidak terbatas hanya oleh imigran dari Eropa Barat. Eropa Tengah juga
dianggap sebagai penyumbang unsur-unsur asli dari kebudayaan Barat.
Beberapa kecenderungan yang dianggap
mendefinisikan masyarakat Barat moderen, antara lain dengan adanya pluralisme
politik, berbagai subkultur atau budaya tandingan penting (seperti
gerakan-gerakan Zaman Baru), serta peningkatan sinkretisme budaya sebagai
akibat dari globalisasi dan migrasi manusia.
BAB 3
PENUTUP
Kesimpulan
Kebudayaan ialah
hasil cipta, rasa dan karsa manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya yang
kompleks yang mencakup pengetahuan, keyakinan, seni, susila, hukum adat dan setiap
kecakapan, dan kebiasaan. Kepribadian adalah mencakup
keseluruhan fikiran, perasaan dan tingkahlaku, kesadaran dan ketidak sadaran.
Budaya barat berpengaruh terhadap sastra, sains, politik, serta prinsip-prinsip
artistik dan filosofi.
DAFTAR PUSTAKA
Comments
Post a Comment